Senin, 21 November 2011

TERAMPIL BACA KITAB KUNING

Top of Form

Cara terampil membaca kitab kuning

Diposkan oleh Fina Cempluk ,

http://3.bp.blogspot.com/_rsfTxRnPHg8/TUk-GrUH3bI/AAAAAAAAAA0/6WscSlMuVZQ/s1600/kk.jpg

Di Madrasah, saya diamanati oleh kepala madrasah untuk mengajar siswa dalam membaca kitab kuning. Para siswa kelas VII tentunya sangat minim sekali pengetahuannya tentang "ilmu alat" yang meliputi disiplin ilmu nahwu dan shorof. Akan tetapi ketrampilan membaca kitab kuning menurut saya tidak serta-merta harus pandai ilmu nahwu dan shorof, melainkan suatu pembiasaan dalam membacanya. Saya contohkan seseorang yang pandai mengendarai mobil, bukanlah mereka yang hafal dan pandai dalam hal teknis serta manual book cara mengendarai mobil. Melainkan adalah mereka yang setiap hari mengendarai mobil hanya dengan sedikit teori cara mengendarainya, dan biasanya kursus mengendarai mobil cuman dalam waktu 2 jam saja sudah bisa. Hal inilah yang menginspirasi saya untuk mencoba mengajar siswa dalam membaca kitab kuning, meskipun mereka belum hafal ilmu nahwu dan shorof secara mendetail.

Tahapan metode yang saya gunakan untuk mengajari siswa adalah :
1. Siswa dikenalkan dengan sibol-simbol dalam "memaknai" kitab kuning.
2. Siswa dikenalkan dengan tulisan huruf "pego", karena kitab kuning diberi makna dengan tulisan pego.
3. Kita tuliskan lafadz/ibaroh kitab di papan tulis, dengan harokat dan makna yang penuh.
4. Kita beri penggalan-penggalan pada tiap kalimat (kata), karena cara membaca kitab kuning adalah dibaca lafadznya dulu kemudian diberi makna. Maka dimana kita berhenti membaca suatu lafadz disitu kita beri tanda untuk berhenti yang kemudian kita beri makna. Hal ini sangat penting dikarenakan dalam kitab kuning terkadang suatu lafadz itu dibaca 1 lafadz kemudian maknanya terkadang 2 lafadz baru maknanya dan terkadang 3-4 lafadz baru maknanya.
5. Kita membaca dahulu sesuai dengan penggalan-penggalan tadi dan siswa menirukan bersama-sama. Hal ini kita lakukan berulang-ulang.
6. Setelah lancar, kita tekankan bagaimana cara membaca simbol-simbol makna. Semisal simbol "utawi" itu dibaca setelah membaca lafadznya dahulu, sedangkan simbol "iku / sopo /opo" itu dibaca sebelum membaca lafadznya.
7. Kita hapus tanda penggalan-penggalan lafadz tadi, dan siswa kita suruh membacanya. Bila siswa sudah bisa membaca sesuai dengan penggalan-penggalan tadi, berarti siswa sudah lulus tahapan awal membaca kitab kuning.
8. Selanjutnya kita hapus harokat-harokat (syakal) pada lafadz kitab. Dan siswa kita tuntut untuk membacanya.
9. Selanjutnya kita hapus simbol-simbol maknanya dan yang terakhir kita hapus maknanya.

Usahakan setiap kali pertemuan kita beri 2 baris ibaroh (kalimat), insyaalloh dalam waktu 2-3 bulan siswa sudah terampil membaca kitab kuning. Kemudian kita tingkatkan target kita menjadi 4 baris tiap pertemuan. Bila sudah lancar membacanya baru kita berikan teori-teori tentang ilmu alat baik ilmu nahwu dan ilmu shorof. Dengan sistem "reparasi" (membenahi yang salah) ilmu nahwu dan shorof akan lebih mudah dicerna. Dari pada kita mengajari kedua ilmu itu tanpa kita ajari mereka cara menggunakannya.


Semoga bisa membantu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar